Penyakit ini diduga berawal di China, ditularkan pada orang-orang Eropa ketika seorang Kipchak (Mongol) menyerbu pesta dengan melemparkan jenasah yang terinfeksi ke tengah pusat perdagangan Genoese di Crimea.
Black Death telah merenggut sedikitnya 75 juta nyawa hingga akhirnya berhasil dimusnahkan di Eropa pada awal abad ke 19, tapi masih berlanjut pada bagian lain dunia (Afrika Tengah, Madagaskar, Asia, dan beerapa bagian Amerika Selatan.
Black Death menimbulkan akibat drastic terhadap populasi Eropa, serta mengubah struktur social Eropa. Wabah ini memerikan pukulan serius terhadap Gereja Katolik Roma, institusi keagamaan paling berpengaruh saat itu, serta mengakibatkan perburuan dan pembunuhan terhadap kaum minoritas seperti Yahudi, Muslim, pendatang, pengemis, serta penderita Lepra.
Nama Black Death umumnya dianggap berasal dari gejala khas dari penyakit ini, yang disebut Acral Necrosis, dimana kulit penderita menjadi menghitam karena pendarahan subdermal.
Catatan sejarah telah membuat sebagian besar ilmuwan meyekini bahwa Black Death adalah suatu serangan wabah bubonic yang disebabkan bakteri Yesinia Pestis dan disebarkan oleh lalat dengan bantuan hewan seperti tikus rumah, walaupun ada juga kalangan yang menyangsikan hal ini.
Wabah penyakit ini muncul dengan sendirinya melalui tiga varian penularan. Paling umum merupakan varian PES yang berasal dari pembengkakan yang muncul di leher korban, ketiak ataupun pangkal paha. Varian kedua merupakan wabah pneumonia yang menyerang system pernafasan dan disebarkan hanya dengan menghirup udara yang dihembuskan melalui korban. Varian ketiga merupakan penularan wabah Septicemia, penyakit yang menyerang system darah.
Kebanyakan infeksi menyebar dengan cara yang sama : bakteri atau virus yang diwariskan oleh batuk, bersin atau dengan menyentuh makanan dengan tangan yang terinfeksi.
Setelah wabah Black Death, lapangan dipenuhi dengan mayat. Rumah-rumah, desa-desa, dan kota-kota menjadi sunyi dan kosong. Setelah itu terjadilah kelangkaan tenaga kerja sehingga upah mereka meningkat dan banyak pelayan yang mendapatkan kemerdekaan mereka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar